Para manajer dan atau entrepreneur akan kehilangan logika prinsip ekonominya ketika tujuan jangka panjang menjadi momok dan senantiasa memikirkan dalam tekanan harian untuk mencapai hasil keuangan jangka pendek (Hit and Run). Kunci untuk memastikan bahwa perusahaan tetap di jalur adalah capaian tujuan untuk keberadaan strategi bisnis yang jelas dan terfokus.

Keunggulan kompetitif memungkinkan perusahaan memproduksi atau menjual barang dan atau jasa lebih efektif daripada bisnis lain. Pemilik bisnis biasanya mengembangkan strategi bisnis untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Beberapa jenis strategi tersedia di lingkungan bisnis. Pemilik bisnis dapat menggunakan strategi standar atau mengembangkan strategi mereka sendiri dan serta fleksibilitas merupakan fitur penting dari strategi bisnis yang kompetitif.

Strategi Kompetitif didefinisikan sebagai rencana jangka panjang dari perusahaan tertentu untuk mendapatkan keunggulan kompetitif atas pesaingnya di industri. Hal ini bertujuan menciptakan posisi defensif dalam industri dan menghasilkan ROI yang unggul (Return on Investment).

Jenis strategi seperti itu memainkan peran yang sangat penting ketika industri sangat kompetitif dan konsumen diberikan produk yang hampir serupa. Satu dapat mengambil contoh pasar jasa transportasi online.

Perkembangan memperoleh pelanggan saat ini banyak dilakukan secara instan. Dan tidak dipungkiri, itu merupakan langkah efektif yang ditempuh jika tidak mempertimbangkan secara matang akan efek domino yang akan terjadi. Apa itu merupakan strategi pemasaran dengan penerapan Long Condition atau hanya sesaat? Jika memang langkah pemasaran yang diambil adalah hit and run, maka cepat atau lambat akan berimbas pada kondite dan profil perusahaan jika langkah yang diambil nantinya memberatkan sepihak. Hal ini merupakan dampak strategi pemasaran yang nantinya kedepan terjadi caruk maruk di dalam manajemen perusahaan bahkan menuai sejumlah protes dan kontroversi yang membuat kehilangan pelanggan secara drastis.

Langkah strategi subsidi dengan mempublish sejumlah promo dengan membanting harga pasar untuk sekarang dianggap sah-sah aja. Tetapi apakah langkah strategi ini efektif untuk memperoleh pelanggan? Penulis menggangap hal ini adalah sah dan efektif untuk memperoleh pelanggan secara instan.

Kenapa dianggap secara instan, dikarenakan pelanggan dimanjakan bahkan dibuai dengan segala diskon maupun uraian kata media pemasaran yang membuat pelanggan tertarik. Tetapi apakah yang terjadi jika subsidi lambat laun pelan-pelan dikurangi bahkan dihilangkan? Dan apakah dampak ini berimbas pada pelanggan secara dramatis? Singkat kata beberapa promo digelar untuk memperoleh pelanggan secara instan dan ketika subsidi atau apapun yang merangsang pelanggan untuk membeli dan atau menggunakan jasa dihilangkan, apakah akan berdampak positif pada pelanggan yang berkelanjutan? Jawabannya adalah belum tentu.

Hal ini dikarenakan pelanggan akan mengambil langkah seribu untuk membeli produk maupun menggunakan jasa mereka kembali. Dan secara nalar pemikiran ekonomis, pelanggan akan berlari ke sejumlah toko yang menggelar gebyar promo dan atau perusahaan yang memberikan diskon gede-gedean. Dan atau bahkan bisa terjadi jika pelanggan mengambil hal wajar dalam pemikiran ekonomis untuk kembali ke toko maupun perusahaan yang konstan menjual produk maupun jasanya.

Disini penulis katakan bahwa untuk memperoleh pelanggan dengan dalih dan penerapan strategi apapun dalam dunia bisnis dianggap sah dan merupakan langkah efektif untuk menjaring pelanggan. Tetapi menjadi sebuah catatan untuk para entrepreneur bahwa Untuk Mempertahankan Pelanggan Adalah Hal Yang Tidak Semudah Meraihnya. Disini himbauan untuk penekanan mempertahankan pelanggan secara konstan diperhitungkan kembali bahkan dimanage dengan meminimalisir segala resiko yang terjadi di kemudian hari.

Maraknya perkembangan bisnis dengan ditopang perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri sangatlah pesat perkembangannya. Beberapa online shop bahkan perusahaan jasa mengambil pemberdayaan teknologi mendapatkan strategi pemasaran secara jitu untuk meraih pelanggan. Dan secara nyata merambah dalam dunia jasa media transportasi secara online dimana pelanggan dimudahkan bahkan disubsidi untuk merangsang pelanggan menuju hal yang irasional dan secara ekonomis menjadi momok besar dalam kompetisi secara sehat. Kenyataannya terjadi caruk maruk di dalam meninjau kembali keberadaan taksi dan ojek online membuat para pelaku bisnis di dunia transportasi menjadi sebuah momok kompetisi yang tidak sehat? Bagaimana ini terjadi? Dan apakah strategi pemasaran yang dibuat sedemikian rupa jika tidak diimbangi dengan pemikiran secara ekonomis, resiko dan bahkan perimbangan manajemen akan berdampak internal bahkan eksternal? Semua jawaban akan dipertimbangkan kembali sebagai seorang entrepreneur dan kembali peraturan perundangan ditinjau kembali untuk menciptakan dunia bisnis dengan kompetisi yang sehat.

Beberapa hal dimana entrepreneur dapat menimbang kembali mengenai:

  1. Product Strategy, mendefinisikan produk sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, akuisisi, penggunaan dan atau konsumsi.
  2. Pricing Strategy mendefinisikan harga sebagai biaya produksi, memberikan dan mempromosikan produk dibebankan oleh organisasi.
  3. Promotion Strategy menggambarkan promosi sebagai bagian dari upaya khusus untuk mendorong pelanggan untuk memberitahu orang lain tentang layanan mereka.
  4. Place Strategy mendefinisikan tempat sebagai cara apapun bahwa pelanggan dapat memperoleh produk atau menerima layanan.
  5. Packaging Strategy, kemasan adalah komponen penting dari marketing mix untuk produk.

Sebelum merancang strategi yang kompetitif, seseorang perlu mengevaluasi semua kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman dalam industri dan kemudian melanjutkan yang akan memberikan satu keunggulan kompetitif.

1. Cost Leadership

Di sini, tujuan perusahaan adalah untuk menjadi produsen barang dan atau jasa dengan biaya terendah di industrinya dan dicapai dengan memproduksi dalam skala besar sehingga memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomi. Pemanfaatan kapasitas tinggi, daya tawar yang baik, implementasi teknologi tinggi adalah beberapa faktor yang diperlukan untuk mencapai Cost Leadership. misalnya beberapa perusahaan barang dan jasa baik manufaktur maupun jasa transportasi yang menjadi acuan para pelanggan saat ini.

2. Differentiation Leadership

Di bawah strategi ini, perusahaan mempertahankan fitur unik dari produk barang dan atau jasa di pasar sehingga menciptakan faktor yang membedakan. Dengan Differentiation Leadership ini, perusahaan menargetkan untuk mencapai kepemimpinan pasar. Dan perusahaan mengenakan harga premium untuk produk (karena fitur bernilai tambah tinggi). Merek dan kualitas superior, saluran distribusi utama, dukungan promosi yang konsisten, dll. Adalah atribut dari produk tersebut untuk meningkatkan daya saing dan ketertarikan pelanggan akan produk barang dan jasa yang ditawarkan.

3. Cost Focus

Di bawah strategi ini, perusahaan berkonsentrasi pada segmen pasar tertentu dan membuat produknya tetap murah di segmen tersebut. Strategi seperti itu membantu perusahaan untuk memuaskan konsumen yang cukup dan mendapatkan popularitas. Misalnya. Perusahaan jasa transportasi online yang saat  ini semarak.

4. Differentiation Focus

Di bawah strategi ini, perusahaan bertujuan untuk membedakan dirinya dari satu atau dua pesaing, lagi-lagi hanya dalam segmen tertentu. Jenis diferensiasi ini dibuat untuk memenuhi permintaan pelanggan perbatasan yang menahan diri untuk tidak membeli produk pesaing hanya karena tidak memiliki fitur-fitur kecil. Ini adalah strategi pemasaran ceruk yang jelas.

Tanpa mengikuti strategi persaingan yang disebutkan di atas, menjadi sangat sulit bagi perusahaan untuk bertahan dalam industri yang kompetitif.

Dibutuhkan banyak waktu dan usaha untuk mengembangkan serta mempertahankan sebuah promosi pemasaran yang beresonansi dengan pelanggan anda. Sebagai entrepreneur strategis, bagaimanapun pengembangan promosi pemasaran membutuhkan lebih pertimbangan sehingga kedepan menciptakan suasana kondusif dalam kompetisi yang sehat. Ada saat-saat dimana seorang entrepreneur dapat menabrak sejumlah dinding-dinding norma serta kode etik dalam bisnis. Tetapi perlu menjadi sebuah catatan bahwa apakah langkah menembus dinding tersebut menciptakan suasana kondusif dalam menjalankan bisnis anda kedepan? Disini penulis harapkan para entrepreneur mengupas kembali strategi pemasaran yang pasti akan memicu energi kreatif.

Pasar globalisasi saat ini telah membuat perusahaan untuk melihat internasionalisasi kegiatan mereka sebagai cara untuk tetap kompetitif.

Penulis melihat keputusan strategi sebuah organisasi membuat pola alokasi sumber lain untuk merangkum strategi yang tepat diterapkan. Strategi pemasaran merupakan prasyarat penting dari kemampuan Industri untuk memperkuat pangsa pasar dan meminimalkan dampak dari kompetisi. Usaha kecil dan menengah (UKM) harus serta merta menciptakan suasana kondusif pasar bisnis dalam ranah kompetisi yang sehat.

Join This Conversation